#Fanfict : konten ini tidak mengandung unsur nyata dari para member, murni hanya sebuah cerita fiktiv belaka
Jika kita menatap sore disana terlihat jingga warna senja yang menutup hari menuju malam. Aku melihat diriku berjalan diatas bayangan, pada suatu ketika aku hidup disebuah rumah tua, terdapat sebuah pohon rindang didepannya. Sebuah waktu aku hidup sebagai seorang perempuan yang suka menyendiri. Dirumah itu aku ingat, dulu pernah bermimpi.. dari atas bangunan yang memiliki lantai 100 tingkat, diriku berdiri di atas tembok pembatas bangunan itu dan jalan raya yang jauh didalam. Tampak hari sudah mulai senja dan matahari mulai berpulang menuju kayangan. Melamun malah membuatku terjatuh dari atas menuju bangunan itu menuju kebawah. Aku tak bisa menatap apapun, tubuhku terasa kaku dan sangat sakit rasanya untuk membuka mata kebawah, apalagi bergerak. Aku menjerit ketakutan, namun tak ada suarapun yang berbunyi. Tapi dalam pikiranku aku berharap ada laki laki yang menyambutku dari bawah. Mungkin dia, laki laki yang kusuka. Aku mendengar suara bell terdengar kencang, aku ingat itu adalah suara bel dari jam alarm, dari hadiah papah untuk ulang tahunku bulan lalu. Saat aku membuka kedua mataku, hal itu tak terjadi.. laki laki yang ku impikan tak pernah ada dalam mimpi itu, atau-pun dengan mimpi mimpiku yang lain.
Hari itu di sekolah, dia
berjalan didepanku yang sedang membaca majalah disebuah sudut ruangan sekolah.
Bel pelajaran telah berbunyi, secara tak sengaja kita masuk kedalam ruang kelas
secara bersamaan, aku menyentuh punggung kulit tangannya, dan kita juga saling
bertatapan pada saat itu.
Pada deret ke tiga, dimeja tengah tepatnya di
samping bangku-ku. Aku menoleh dan tampak ia asyik sedang membaca. Aku merasa
kehangatannya, aura seorang laki laki pintar. Yang sudah merebut piala juara 1
matematika dari sekolah lain. Degup jantung-ku mulai tak karau’an, sudah lama
aku menahan ini dan rasanya ingin segera ku katakan segera tentang perasaan ini. Di saat
aku menatap kedua alisnya ,secara tak sengaja buku harianku terjatuh dari
kantong tas samping, ‘buk!’ suara itu menyadarkanku dari lamunan. Ia menatap
kepadaku, dengan tatapan terheran. Tapi untung saja itu hanya sebentar, “kenapa
sih dengan buku ini” – pikirku, sambil menoleh kebawah untuk mengambilnya. ternyata itu adalah buku harianku, entah apakah ini kesengajaan tuhan atau hanya kebetulan, buku itu terbuka pada bagian halaman pertama
yang bertuliskan “WARNING : GOLDEN RULES JKT48”. Aku merasa dunia berhenti saat
itu.
Aku sengaja menuliskan
kata-kata itu dihalaman awal buku harianku sejak setahun yang lalu. Setelah aku
menjadi member jkt48, aku ingin berusaha untuk konsisten berada di jkt48
walaupun itu harus rasa sakit menahan perasaan yang kurasakan ini, setahun dari
dua tahun lamanya aku menahan perasaan ini. Ya memang aku sudah memendam rasa
ini dari sedulu kita mos. Untuk lelaki itu, yang aku idam – idamkan.
Terlepas dari dia teman
sekelasku, aku juga menyukai pria yang datang padaku saat event handshake
pertama-ku. Aku tak sempat menanyakan namanya, Ini sangat lucu bagiku, aku
lihat dia seorang yang kocak dari luar, ia berbicara banyak dengan security. Namun
berubah 360 derajat saat bertemu denganku. Hei aku juga perempuan biasa yang
sedang bekerja dan meraih impian..
Seperti juga dengan
kalian !
Hari ini, hari yang
kutunggu tunggu. Hari kelulusanku, hari terakhir di sma. Dan selanjutnya aku akan melewati hari hari ku lain di universitas. Setelah tiga tahun lamanya aku menahan rasa ini, aku ingin
mengucapkannya pada-nya, walaupun aneh karena si wanita duluan yang mengucapkan
perasaan cinta. Aku sudah membicarakan ini dengan mamah( teman setia curhatku )
ia orang pertama yang memberikan ide ini. Teman teman jkt48-ku yang lain juga
berucap yang sama dengannya, memberikan persetujuan dengan ide mamahku ini. Ets
tapi tunggu, aku mengucapkan ini bukan karena aku ingin pacaran dengannya. Aku hanya
ingin perasaan ini hilang dan tak berbekas lagi dihatiku ini saat sesudah aku
berucap kepadanya, perasaan ini sangat memberatkanku. Aku harus bersikap tegas
dengan hati ini, apakah jkt48 atau laki laki itu!
Aku melihatnya berjalan
di lantai dua, dia berbelok kekanan menuju perpustakaan sekolah. Di saat yang
sama aku sedang berada dibawah, bersorak sorai dengan teman teman ku yang lainnya, bergembira dengan nilai kelulusan kami. Aku terdiam
sejenak,aku rasakan, jantungku berdegup begitu kencang. “ah mungkin ini saatnya” - pikirku. Aku berbalik arah menjahui lapangan, tempat kelulusan. Untuk berlari menuju tempat
yang sama dengannya. PERPUSTAKAAN.
Kurasakan, jantung ini masih berdeup kencang. Satu, dua anak tangga kulewati dengan pikiran panik. Harus berbicara apa aku dengan lelaki itu? Dan apa yang akan kulakukan setelah itu? Pertanyaan itu membuatku pusing. Sangat pusing.
"Huhh.." Mengusapkan kedua tangan, meniup kedua tanganku dengan hembusan karbondioksida di mulutku. Terasa dingin disekitarku, seperti sedang berada di puncak, begitu dingin. Atau hanya hatiku yang dingin?
Satu anak tangga lagi, dan aku akan melihatnyaa. Aku tak sabar..
“Hah!?” aku terkejut
setengah mati, badanku lunglai tak bisa digerakan.
“Kalian.. cindy, kok kamu
tega sama aku!” aku melihat cindy(sahabatku) yang berciuman dengan laki laki
yang aku cinta, aku berlari kencang menuruni anak tangga menuju mobil dengan air mata yang terus mengalir.
Hari itu adalah hari yang
tak terlupan bagiku, hari yang sangat menyakitkan bagiku, dan aku harus rehat 3
hari dari dunia per idolan untuk menenangkan pikiranku dari hal ini. Banyak dukungan yang terus
berdatangan kepadaku, terutama dan tentunya kalian para fans-ku. Kalian terus
beri semangat untuk penyembuhan-ku ini, walaupun aku tahu kalian tak tahu
penyakit yang kualami ini. Tapi kalian buatku sadar, sadar ternyata kalian lah
yang lebih berharga dari pada laki laki itu.
Setahun sudah aku bersama kalian, terima kasih.

0 komentar:
Posting Komentar