Viny tidak tahu apa yang harus ia lakukan
Ia terpaku pada suatu tempat, tubuhnya kaku
dan tak bisa digerakan.
Tempat itu luas, tak ada lantai atau dinding semua
nampak sama, ia seperti berada diruang hampa udara tapi anehnya ada oksigen di
ruangan ini.
Ia melihat ke arah bawah,menengok kearah
samping dan juga atas. Semua hitam, tak ada yang bisa dilihat atau pun
dirasakannya..
Tak lama kemudian, ada titik putih di hadapan
depan viny. itu seperti sebuah cahaya besar di tempat yang jauh menurut viny.
Cahaya putih itu menarik viny, dan seolah olah
viny terhisap olehnya. Viny berteriak sekeras mungkin, namun anehnya tidak ada
suara yang keluar. Tubuhnya tergoncang hebat, ia tak mampu menggerak’an
tubuhnya, ia pasrah. Dan akhirnya ia memejamkan matanya karena tak kuat melihat
cahaya yang sangat cerah benderang..
Saat ia membuka matanya, tubuhnya berasa
sangat sakit, hampir disetiap tubuh merasakan keram yang sangat kuat.
Viny mencoba berdiri,menguatkan tubuhnya.
Ahhhhh.. ia gagal pada percobaan pertama, tubuhnya terasa sangat lemas. Viny
menguatkan dirinya dan pada percobaan kedua ia berhasil berdiri, walaupun
paksaan membuat kepalanya pening..
Viny mencoba melihat keaadan sekitar, dan
tampak didepannya ada sebuah gedung sekolah tua dengan gaya bangunan eropa. Ada
plank nama diatasnya bertuliskan ‘High school Hav..rd ....’ sebagian katanya hilang karena berkarat. Ini
seperti sarang drakula, pikir viny. Banyak jendela yang tidak mempunyai kaca,
dindingnya berlumut, dan dibagian lantai
yang atas terdapat lonceng yang berkarat.
Ia seperti merasakan seperti ada orang
dibelakangnya, ia berbalik arah. Ternyata ada papah, mamah dan desy adek
perempuanku.. “Uh syukurlah kalian disini” kata viny., tapi mereka hanya diam,
dengan sorotan mata dan ekpresi muka yang sedih. Tapi tunggu.. mereka membawa
koper hijau-ku dan tjiwi boneka panda-ku. “apakah aku akan ditinggalkan disini”
pikirku
Ternyata itu benar., papah dan mamah melangkah
satu kali, papah membawa koper, sementara mamah membawa tjiwi. Mereka menatap
mata viny, viny hanya diam dengan pikiran yang bertanya tanya, tak habis pikir
baginya. “vin kamu sekolah yang pinter disini, cari temen jangan suka hidup
sendiri ” - kata papah. “Baca buku inget waktu. jangan suka makan mie, ngga
baik buat kesehatanmu” kata mamah..
Aku
memegang tangan papah dan mamah, tangan mereka terasa sangat dingin. Seperti
orang yang hidup di kutub utara. Lama kelamaan tubuh mereka seperti sebuah
butiran debu, viny terlepas dari tangan papah dan mamah. Sebelum viny bertanya
“dimana kah ini?” , papah mamah dan desy. sudah hilang seperti butiran debu
yang terbawa oleh angin mereka hilang entah kemana. “samangat kak viny” seperti
kudengar suara desy dari langit – langit.
“pah mah kalian dimana?” viny berteriak
sekeras mungkin, ia berteriak ke arah langit langit seolah mengharapkan kembali
kehadiran papah mamah dan desy. Tapi ternyata mereka tak kembali, tenggorokan
viny terasa sangat sakit. Ia menghabiskan seluruh energy-nya untuk berteriak.
Tubuhnya terasa lemas lagi, seperti dalam keadaan saat ia pertama disini. Ia
baru menyadari ternyata ini bukanlah malam hari , apalagi siang hari. Terdapat
banyak bintang dilangit langit, tapi ini begitu sangat terang bagi langit di
malam hari.
0 komentar:
Posting Komentar