Kamis, 20 Agustus 2015

Hari pertama



Hari Pertama


Kaki ku terhenti, tepat di seberang jalan Mall yang telah menjadikanku seperti ini. Walaupun hari itu sudah terlewat, tapi semangatku di hari itu akan selalu kubawa sampai sekarang. Shonici, hari pertama. Unit song pembuka pada setlish pajama, lagu yang penuh dengan makna, dan arti yang sangat jelas : Menjadikan hari pertama penuh dengan semangat. 

Masih terbekas dalam ingatanku, bagaimana segilintir wanita muda belasan tahun sepertiku menghadapi keras terangnya panggung. Nampak jelas sebelum show bermulai, ekpresi muka kami gugup bahkan ada yang sering bolak – balik wc ruang make up. Hahaha lucu memang jika mengingatnya.

Waktu masih menunjukan 6.15 pagi, aku memutuskan untuk duduk sejenak di bangku yang di sediakan oleh pemerintah, untuk pejalan kaki. Tak jauh dari mall fx. Memikirkan kenanganku disana, aku gugup dengan hari ini. Hari pertama-ku merangkak karier sebagai jurnalis,terlihat pepohonan yang rindang ditemani hembusan oksigen yang telah berbaur menjadi angin. Matahari belum nampak, mungkin dia malas menampakan jati dirinya pada hari ini. Mungkin. Tak pernah terbayangkan dalam pikirkan di masa lalu, hidupku sekarang akan jadi begini. Bukan berarti aku menolaknya, malahan aku sangat suka dengan ini. Jurnalis yang masih asing dalam hidupku akan menjadi bagian dalam hidupku sekarang, sementara itu JKT48 dan kenangan tentang ngidol lainnya akan menjadi bagian hidupku di masa lalu. Walaupun sulit, tapi energi Shonici itu akan terus kubawa, sampai sekarang.


Terus saja, otaku memutar kaset kenangan tentang tempat itu. Teather jkt48. Disitu aku memulai sebuah hidup, berawal dari fans menjadi member. Yang awalnya hidup hanya berputar di sekitar ngidol menjadi hidup yang sangat jauh dari ngidol. Hidup memanglah hidup, terus mengupgrade dengan cara yang tak diketahui oleh penggunanya.


Seperti siang dan malam, masalah terus silih berganti kuhadapi. Masalah dengan dancer, disaat aku lelah dan merasa tak mampu melanjutkan lagi, dancer selalu membentakku dengan cemooh kasar. Aku tahu mereka menginginkanku menjadi bisa, mungkin itu caranya. Tapi setiap hari kurasakan, yang awalnya kuat malah berbalik dengan kemarahan, atau dengan teman member lainnya. Yah itu lah wanita, hal sepele bisa jadi masalah. Dulu sering satu member dan member lainnya meminjam peralatan make up, tapi aku tidak. Aku terus meminjam, maklum bagiku make up bukan salah satu hal penting dalam hidupku, walaupun aku wanita tapi aku menganggap make up adalah peralatan yang tak terlalu berguna dalam hidupku. Pikiran itu datang setelah melihat satu demi satu bingkai foto almarhum mamah, yang terpajang dalam dinding ruang tamu. karena profesi mamah sebagai jurnalis, hal yang wajar jika mamah tak menyukai make up. Papah juga sering cerita kepadaku tentang hal itu. Oh ya lupa, kita. Hmm lebih pastinya aku dan satu member lain ini bermasalah, ya karena makeup nya yang sering kupinjam, sebelum show bermulai. Lucu mengingat itu, bagaimana ekpresi wajah member tersebut berubah 360 derajat. Yang tadinya tersenyum lebar setelah bertatapan denganku menjadi ekpresi muka sebal setelah aku berkata “pinjam makeupnya lagi ya”.

Di genggamanku sekarang terdapat sebuah kertas, lebih tepatnya surat. Surat pertama yang kudapat dari seorang fans, yang tak mengungkapkan namanya. Jika dia menuliskan nama dan alamatnya, mungkin sekarang aku akan membalas surat ini.

Teruntuk Kamu Idolaku Semalam suntuk aku memikirkan ini, tak perlu kau mengetahui siapa namaku dan dari mana aku berasal. Niat ku baik menulis surat ini.
Aku melihat dalam show hari itu, show pertamamu di jkt48. Melihatmu penuh energy dan senyuman membuatku berfikir untuk menjadikanmu oshimen, boleh kan?Terus semangat my oshi, seperti shonici semangatmu selanjutnya, di hari hari berikutnya harus seperti itu juga. Terus tersenyum OSHI 

Mengulang kata kata dalam surat ini, membuatku terus tersenyum. Seperti ada aliran darah dalam nadiku yang bertuliskan ‘semangat’, energy positif ini. Sungguh sangat berarti bagiku, hari pertama. Ingat.

Telah kusadari jalanan mulai terpenuhi dengan sesak macetnya kendaraan yang hilir berganti menuju tempat mereka tuju. Nyanyian bunyi klakson sili berganti menjadi sebuah nada utuh yang semu. Matahari yang tadi nampak malu menampakan dirinya, sekarang terang benderang menyinari seluruh penduduk bumi. Tidak malu lagi.

Setiap orang terus melangkahkan kakinya, dengan alur yang berbeda beda. Ada yang berjalan seperti berlari, ada juga orang yang berjalan pelan dengan gadget di depan mukanya. Dulu aku menganggap ini sebagai hal yang biasa, hanya melihat dari dalam mobil. Tapi sekarang kurasakan jika hal ini sangatlah terbalik dengan pikiranku di masa lalu. Sekarang aku menjadi salah satu dari segelintir manusia yang hilir mudik di trotoar jalan, sekarang tak ada lagi mobil yang terus membawaku ketempat yang sudah di rencana, tak ada lagi transportasi mudah dengan kemudahan memintanya.  

06.30 oH ya, aku harus datang lebih awal di hari pertama aku kerja, kata ayah itu akan membuatku lebih giat untuk bekerja. Entah hari ini awal yang baru atau masih awal yang masih berlanjut dari hari pertamaku di jkt48. Tapi semangatku akan terus kupacu dalam keras hitamnya hidup seperti hari itu. HARI PERTAMA. 


0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Tulisan Viny | Distributed By Blogger Template | Designed By Blogger Templates
Scroll To Top